Action

Justice League (2017)

Action, Adventure, Fantasy | 2h
Rating:
8/10
8

Movie Info

Movie Story

Akhirnya, setelah sekian lama, film yang dinantikan oleh para pecinta komik superhero, Justice League, terbit juga di layar lebar pada 17 November 2017. Film ini pertama direncanakan penulisan naskah ceritanya sejak tahun 2007. Lalu diikuti dengan berbagai format bongkar pasang yang akhirnya membuat DC Comics terasa sangat jauh tertinggal dari kesuksesan Marvel Comics di layar lebar. Ya bagaimana tidak, sejak 2008 Marvel Cinematic Universe telah menerbitkan 17 film superhero. Sementara DC Extended Universe baru menerbitkan 5 film sejak 2013. DCEU harus menerima pil pahit karena beberapa film superhero awal mereka kurang mendapatkan respon yang positif dari penonton. Sementara hal yang sebaliknya justru terjadi pada film yang dilahirkan oleh MCU sejak peluncuran Iron Man pada tahun 2008. Penonton sangat positif menyambut film-film superhero dari Marvel. Sementara apabila kalian merupakan pecinta kisah superhero garis keras, pasti kalian tahu bahwa banyak superhero Marvel lahir lewat inspirasi dari superhero yang dibuat oleh DC. Misalnya saja, Deadpool yang terinspirasi dari Deathstroke, atau Flash yang terinspirasi dari Quicksilver. Namun demikian, hal tersebut tidak membuat superhero Marvel tidak menarik, malah justru penonton banyak lebih menyukai film daripada Marvel Cinematic Universe.

Setelah diluncurkan pada tanggal 17 November 2017, saya sebagai salah satu generasi penikmat komik superhero era 90an, tentunya sangat tertarik untuk turut menyaksikan film dimana para superhero yang saya kenal bisa bergabung dalam 1 film bersama. Sebelumnya DCEU sedikit malu-malu dalam menelurkan film crossover superhero, pertama mereka mencoba dengan meluncurkan film Superman, Man of Steel, pada tahun 2013, untuk melihat reaksi dari market. Akhirnya film ini menerima reaksi yang beragam, intinya dari skala 10, nilai Man of Steel di sekitar 5-7 saja. Tentunya ini tidak lepas dari bagaimana market membandingkan antara DCEU dengan MCU. Market terlihat lebih welcome dengan bagaimana MCU menyajikan film superhero dengan cara yang lebih santai sehingga bisa dinikmati lebih banyak kalangan usia. Sementara pendekatan yang DCEU lakukan seperti hanya menargetkan market pecinta komik jaman dahulu yang sekarang sudah menjadi orang dewasa, para pecinta komik yang memahami kisah superhero mereka secara garis keras. Saya menilai ini sebagai salah satu kesalahan yang dilakukan dengan DCEU, karena dengan cara ini, market yang berhasil mereka jangkau menjadi lebih sempit. Namun setelah peluncuran Wonder Woman pada 2017, DCEU lewat Warner Bros menjadi lebih percaya diri dan lebih mengetahui arah kemana mereka harus melangkah.

Justice League merupakan film yang menggabungkan beberapa superhero dari DC Comics. Sebut saja ada Batman, Wonder Woman, Aquaman, Cyborg, Flash, dan juga Superman yang sempat kita lihat pada seri DCEU sebelumnya. Film yang dikemas menjadi ringkas sepanjang 2 jam saja membuat para fans merespon keras, karena mereka berharap bisa lebih banyak menikmati latar belakang kisah dari superhero yang mereka sukai. Batman, Wonder Woman, dan Superman cukup beruntung karena sudah dikisahkan pada film-film sebelumnya. Sementara Aquaman, Flash, dan Cyborg, harus diperkenalkan dengan lebih ringkas lewat film Justice League ini. Banyaknya waktu yang dibutuhkan untuk memperkenalkan para superhero ini, membuat villain atau tokoh jahat di film Justice League ini kurang mendapatkan panggung. Steppenwolf merupakan tokoh antagonis yang dihadirkan di film ini. Saya sendiri menilai bahwa sosok Steppenwolf cukup bengis dan menakutkan. Namun sepertinya karena setiap berhasil mendapatkan mother box, dia selalu langsung kabur tanpa ambil pusing dalam menghabisi para superhero, hal ini membuat banyak orang menilai bahwa Steppenwolf kurang bengis sebagai seorang tokoh antagonis. Sementara dalam hal penokohan karakter, saya menilai Justice League sudah cukup memuaskan, apabila menilai bahwa film ini sudah banyak dipangkas sampai tersisa 2 jam saja.

Terlepas dari begitu banyaknya penilaian positif dan negatif dari berbagai arah, saya berharap DCEU bisa cepat mengejar ketertinggalan mereka dengan film superhero dari MCU. Saya menilai bahwa MCU pun tidak selalu sukses dalam melahirkan film superhero mereka, adakalanya mereka gagal juga dalam mendapatkan respon positif dari penonton. Namun MCU ibarat sudah matang dan banyak belajar dari pengalaman. Sementar DCEU seperti seorang yang terlalu berhati-hati dalam melangkah sehingga mengambil pertimbangan tetek bengek yang terlalu panjang lebar.

Buat kalian yang belum menonton Justice League, segera ajak anak cucu adik tetangga pacar kalian menonton ke bioskop kesayangan kalian!

Share:

Trailers & Videos

Justice League

Action, Adventure, Fantasy

Reviews ( 1 )

8/10

Yofie Setiawan

1 Month ago

Mungkin orang terlalu banyak berharap dan berlebihan dalam membandingkan MCU dengan DCEU. Zack Snyder punya cara yang berbeda dalam menyajikan kisah superhero dibandingkan dengan Marvel. Saya kira itu bukan sesuatu yang buruk. Sayangnya sang sutradara Zack Snyder harus mengalami tragedi karena anaknya bunuh diri, dan akhirnya Zack mundur dari kerja dia sebagai sutradara di film Justice League ini, digantikan oleh Joss Whedon yang menyutradari The Avengers (2012).

Recommend movies

Newsletter

Subscribe newsletter kami untuk menerima berita terbaru dari Moviewme...

Search