Home Movie Reviews Hollywood Justice League (90)
Justice League (90) PDF Print E-mail
( 1 Vote )
Yofie Setiawan / Sunday, 19 November 2017 23:58

Akhirnya, setelah sekian lama, film yang dinantikan oleh para pecinta komik superhero, Justice League, terbit juga di layar lebar pada 17 November 2017. Film ini pertama direncanakan penulisan naskah ceritanya sejak tahun 2007. Lalu diikuti dengan berbagai format bongkar pasang yang akhirnya membuat DC Comics terasa sangat jauh tertinggal dari kesuksesan Marvel Comics di layar lebar. Ya bagaimana tidak, sejak 2008 Marvel Cinematic Universe telah menerbitkan 17 film superhero. Sementara DC Extended Universe baru menerbitkan 5 film sejak 2013. DCEU harus menerima pil pahit karena beberapa film superhero awal mereka kurang mendapatkan respon yang positif dari penonton. Sementara hal yang sebaliknya justru terjadi pada film yang dilahirkan oleh MCU sejak peluncuran Iron Man pada tahun 2008. Penonton sangat positif menyambut film-film superhero dari Marvel. Sementara apabila kalian merupakan pecinta kisah superhero garis keras, pasti kalian tahu bahwa banyak superhero Marvel lahir lewat inspirasi dari superhero yang dibuat oleh DC. Misalnya saja, Deadpool yang terinspirasi dari Deathstroke, atau Flash yang terinspirasi dari Quicksilver. Namun demikian, hal tersebut tidak membuat superhero Marvel tidak menarik, malah justru penonton banyak lebih menyukai film daripada Marvel Cinematic Universe.

Setelah diluncurkan pada tanggal 17 November 2017, saya sebagai salah satu generasi penikmat komik superhero era 90an, tentunya sangat tertarik untuk turut menyaksikan film dimana para superhero yang saya kenal bisa bergabung dalam 1 film bersama. Sebelumnya DCEU sedikit malu-malu dalam menelurkan film crossover superhero, pertama mereka mencoba dengan meluncurkan film Superman, Man of Steel, pada tahun 2013, untuk melihat reaksi dari market. Akhirnya film ini menerima reaksi yang beragam, intinya dari skala 10, nilai Man of Steel di sekitar 5-7 saja. Tentunya ini tidak lepas dari bagaimana market membandingkan antara DCEU dengan MCU. Market terlihat lebih welcome dengan bagaimana MCU menyajikan film superhero dengan cara yang lebih santai sehingga bisa dinikmati lebih banyak kalangan usia. Sementara pendekatan yang DCEU lakukan seperti hanya menargetkan market pecinta komik jaman dahulu yang sekarang sudah menjadi orang dewasa, para pecinta komik yang memahami kisah superhero mereka secara garis keras. Saya menilai ini sebagai salah satu kesalahan yang dilakukan dengan DCEU, karena dengan cara ini, market yang berhasil mereka jangkau menjadi lebih sempit. Namun setelah peluncuran Wonder Woman pada 2017, DCEU lewat Warner Bros menjadi lebih percaya diri dan lebih mengetahui arah kemana mereka harus melangkah.

Justice League merupakan film yang menggabungkan beberapa superhero dari DC Comics. Sebut saja ada Batman, Wonder Woman, Aquaman, Cyborg, Flash, dan juga Superman yang sempat kita lihat pada seri DCEU sebelumnya. Film yang dikemas menjadi ringkas sepanjang 2 jam saja membuat para fans merespon keras, karena mereka berharap bisa lebih banyak menikmati latar belakang kisah dari superhero yang mereka sukai. Batman, Wonder Woman, dan Superman cukup beruntung karena sudah dikisahkan pada film-film sebelumnya. Sementara Aquaman, Flash, dan Cyborg, harus diperkenalkan dengan lebih ringkas lewat film Justice League ini. Banyaknya waktu yang dibutuhkan untuk memperkenalkan para superhero ini, membuat villain atau tokoh jahat di film Justice League ini kurang mendapatkan panggung. Steppenwolf merupakan tokoh antagonis yang dihadirkan di film ini. Saya sendiri menilai bahwa sosok Steppenwolf cukup bengis dan menakutkan. Namun sepertinya karena setiap berhasil mendapatkan mother box, dia selalu langsung kabur tanpa ambil pusing dalam menghabisi para superhero, hal ini membuat banyak orang menilai bahwa Steppenwolf kurang bengis sebagai seorang tokoh antagonis. Sementara dalam hal penokohan karakter, saya menilai Justice League sudah cukup memuaskan, apabila menilai bahwa film ini sudah banyak dipangkas sampai tersisa 2 jam saja.

Terlepas dari begitu banyaknya penilaian positif dan negatif dari berbagai arah, saya berharap DCEU bisa cepat mengejar ketertinggalan mereka dengan film superhero dari MCU. Saya menilai bahwa MCU pun tidak selalu sukses dalam melahirkan film superhero mereka, adakalanya mereka gagal juga dalam mendapatkan respon positif dari penonton. Namun MCU ibarat sudah matang dan banyak belajar dari pengalaman. Sementar DCEU seperti seorang yang terlalu berhati-hati dalam melangkah sehingga mengambil pertimbangan tetek bengek yang terlalu panjang lebar.

Buat kalian yang belum menonton Justice League, segera ajak anak cucu adik tetangga pacar kalian menonton ke bioskop kesayangan kalian!

Sumber :



LATEST Movie News

+ Full StoryMarvel vs DC 2016

Tahun ini, 2016, akan menjadi tahun yang menarik karena kita akan menyaksikan 2 film terbaru superhero crossover yaitu Marvel dengan Captain America [ ... ]


+ Full StorySpider-Man Ikut Meramaikan MCU

Beberapa hari lalu sempat dirilis video trailer terbaru Captain America: Civil War yang akhirnya menjawab keraguan dan tanda tanya kita selama ini.  [ ... ]


+ Full StoryBatman v. Superman dan Suicide Squad di Comic-Con 2015, San Diego

11 Juli 2015, Warner Bros merilis trailer Batmav v. Superman: Dawn of Justice dan Suicide Squad pada Comic-Con di San Diego. Dan kelihatannya sutrad [ ... ]


Get UpdatesSubscribe and follow us


Twitter

To get more updates, please follow our twitter.


Facebook

Add our facebook fan page to get updates.


NEWSLETTER Subscribe to Our Newsletter

Apakah kamu suka membaca artikel review tentang film-film terbaru? Ayo subscribe newsletter kami untuk selalu mengikuti setiap artikel review terbaru dari website Moviewme.

.

LATEST Movie Reviews

article thumbnail19/11/2017 + Full StoryJustice League (90)

Akhirnya, setelah sekian lama, film yang dinantikan oleh para pecinta komik superhero, Justice League, terbit juga di layar lebar pada 17 November 2017. Film ini pertama direncanakan penulisan naska [ ... ]


article thumbnail21/04/2017 + Full StoryThe Last Word (70)

The Last Word adalah film drama komedi yang disutradarai oleh Mark Pellington. Film ini dibintangi oleh Amanda Seyfried dan Shirley MacLaine. Film ini mengisahkan hidup Harriet (Shirley MacLaine) se [ ... ]


article thumbnail26/12/2016 + Full StoryAssassin's Creed (50)

Assassin's Creed adalah film action yang berdasarkan video game yang sudah populer dengan judul yang sama. Film ini disutradarai oleh Justin Kurzel dan ditulis oleh Michael Lesslie, Adam Cooper, dan [ ... ]


article thumbnail26/12/2016 + Full StoryPassengers (80)

Passengers adalah film sci-fi yang menurut saya kental dengan drama, bukan action. Film ini disutradarai oleh Morten Tyldum, dan ditulis oleh Jon Spaihts, dibintangi oleh Chris Pratt dan Jennifer La [ ... ]


article thumbnail26/12/2016 + Full StoryRogue One (70)

Rogue One yang disutradarai oleh Gareth Edwards, adalah salah satu dari rangkaian film Star Wars. Saya sendiri sebetulnya bukan penggemar berat film Star Wars, terus terang saja. Sewaktu kecil saya  [ ... ]


Other Reviews

Advertisement

Web Designer
Web Designer that lives on Jakarta, Indonesia.
Jual Beli Mobil
Situs Jual Beli Mobil Bekas & Baru.
Jual Lingerie Seksi Murah
Jual Lingerie Seksi Murah