| The Treasure Hunter |
|
|
|
| Wednesday, 06 January 2010 11:18 | |
|
Lan Ting, novelis muda sedang mencoba mencari ide untuk buku petualangan terbarunya. Ditengah kebingungannya, ia menerima sebuah telefon dari ayahnya yang tak pernah menghubungi bertahun-tahun. Akhirnya ia memutuskan untuk menulis novel tentang pencaharian harta karun seperti yang disampaikan ayahnya. Novel tersebut ia beri judul The Treasure Hunter (Pencaharian Harta Karun) ‘The Company’, sebuah sindikat mulai mencari peta harta karun tersebut. Mereka merencanakan pembunuhan atas Boss Tu, si pemilik peta. Tenyata, Boss Tu telah menyerahkan peta tersbeut kepada asistennya, Qiaou Fei. Pada saat yang bersamaan, putri tunggal Boss Tu, Ting Ting diculik oleh kelompok lain yang juga mengincar harta karun tersebut Selama petualangannya berlangsung, Qiaou fei dan temannya, Lan Ting dan seorang arkeolog, Hua Ding Bang, menemui banyak rintangan namun justru membuat mereka bersatu. Mereka dengan berhasil menemukan kerajaan kuno dan sejumlah artifak. Qiaou Fei menghadapi tantangan terbesar saat Desert Eagle mencoba menguji kesetiaannya Review: Ceritanya berjalan lamban, banyak adegan yang tidak perlu, dan lebih tepatnya tidak jelas apa maksudnya. Mungkin untuk para penggemar Jay Chou akan berkata film ini bagus, yah wajar kalau sebagai seorang fans, jarang-jarang bisa melihat bintang musik pujaannya beraksi sebagai pemeran utama di sebuah film. Jalan ceritanya benar-benar masuk kategori bertele-tele, membuat saya benar-benar kecewa dengan film ini. Trailernya terlihat keren, seolah ini adalah film yang bagus dengan penggarapan yang serius. Tapi mungkin sang sutradara terlalu serius pada bagian bagaimana membuat Jay Chou bisa mengendarai motor dengan kecepatan tinggi di atas gurun pasir. Bagaimana mungkin bisa mengendarai sepeda motor di atas pasir? Special effectnya saya akui cukup bagus, editing videonya juga bagus. Beberapa film mandarin belakangan ini saya perhatikan tidak membuat story line yang baik, hanya menekankan pada special effect. Dari sisi special effect saya akui film-film mandarin beberapa tahun terakhir ini mengalami banyak perkembangan. Tapi ke depannya mereka harus lebih memperhatikan story line juga. Beberapa film mandarin lain yang membuat saya kecewa adalah Bodyguards and Assassins, Storm Warriors, The Warrior and The Wolf. Film mandarin terakhir yang saya lihat cukup baik dari story line adalah Red Cliff 2.
|
Follow Us on TwitterTo get more updates, please follow our twitter here.
Facebook Fan PagePlease add our facebook fan page to get updates from us!
It's been a while since my last writing. But after watch this romantic korean drama movie, i feel so itchy to write about it. You can say that this movie is on the same genre with Twilight, but less [ ... ] |
Sebuah film yang diangkat dari novel populer 5cm. Saya beberapa tahun lalu sempat membaca novelnya, dan menurut saya plot cerita nya pun memang sudah menarik. Dan tentunya karena sarat akan pesan mo [ ... ] |
Sebuah film menarik yang dibuat berdasarkan novel dan tentunya kisah nyata dari bapak presiden ketiga Republik Indonesia yaitu B.J. Habibie. Awalnya saya pikir saya tidak akan suka dengan film ini, [ ... ] |
Akhirnya film yang ditunggu-tunggu keluar juga. The Hobbit disutradari oleh Peter Jackson, sang sutradara fenomenal trilogi The Lord of The Ring. Ini adalah seri pertamya dari 3 bagian seri yang mer [ ... ] |
Red Dawn adalah film bertemakan perang yang di sutradarai oleh Dan Bradley dan ditulis oleh Jeremy Passmore dan Carl Ellsworth. Film ini bisa dibilang adalah remake dari film yang berjudulkan sama y [ ... ] |
| Other Reviews |